Selasa, 05 Juni 2012

rasa gelisah menemani istri melahirkan (manusia dan kegelisahaan)

Beberapa hari yang lalu ada sahabat kami yang sedang dirundung galau karena anaknya tak kunjung lahir meski sudah lewat dari hari perkiraan lahir yang diperkirakan oleh dokter. Sebenarnya lewat dari HPL asal kondisinya sehat, itu merupakan hal biasa. Tapi karena anak pertama bagi sahabat kami itu, tentu itu jadi penantian yang mendebarkan. Bukan hanya karena khawatir akan kesehatan janin dan ibunya, tapi lebih karena ingin segera melihat buah hatinya lahir ke dunia.

“Ayo cepat keluar, nanti kita main bersama...”, mungkin seperti itu yang ia ucapkan kepada bayi di perut istrinya, sama seperti yang saya ucapkan ketika anak saya dulu masih dalam kandungan. Sahabat kami itu sedang tugas belajar di Jakarta dan istrinya akan melahirkan di Klaten, kampung halaman mereka. Dan mungkin karena tak mampu lagi menahan kegelisahannya, suatu sore ia memutuskan untuk pulang ke Klaten. Subhanallah, besoknya anaknya lahir. Kalau kata orang-orang, anaknya memang sengaja ingin ditunggui ayahnya waktu lahir.

Saya jadi teringat saat anak pertama kami lahir. Saya juga sedang tugas belajar di Jakarta, sedang istri saya, karena anak pertama, ingin melahirkan di dekat orangtuanya di Solo. Waktu hari perkiraan lahir, saya sengaja pulang ke Solo untuk menemani kelahiran buah hati kami. Menunggu sampai beberapa hari, ternyata tak ada tanda-tanda bahwa anak kami sudah akan lahir. Akhirnya saya kembali ke Jakarta. Dua hari kemudian, istri mengabarkan bahwa sudah ada tanda kelahiran pada saat malam hari. Saya memintanya untuk tenang, karena biasanya kata orang-orang anak pertama itu agak lama prosesnya. Apalagi waktu itu baru keluar darah dan belum keluar ketuban. Besok paginya baru dibawa ke rumah sakit. Ternyata masih bukaan satu. Dan saya, masih ada satu mata kuliah yang harus diikuti di kampus. Akhirnya saya memutuskan untuk mencari tiket pesawat sore ke Solo. Kalau sore, biasanya jam 7 baru mendarat di Solo. Sambil terus memantau perkembangan, dan ternyata bukaannya baru bertambah sedikit. Sampai sore pun belum bertambah bukaannya. Akhirnya saya sampai di bandara Adi Soemarmo Solo jam 7 malam, dan sampai rumah sakit sekitar jam 8 malam. Di sana sudah mendapati isri yang sedang kesakitan. Dan bodohnya saya, saya seperti orang yang tak mampu berbuat apa-apa. Melihat istri kesakitan karena kontraksinya sudah semain sering, saya hanya diam da istighfar dalam hati. Mungkin karena itu, istri saya meminta saya untuk memanggil mama mertua menemaninya. Peraturan di rumahsakit itu, persalinan hanya boleh ditemani oleh satu orang. Itu berarti, saya harus menunggunya di luar. Di luar, saya menelpon bapak yang sedang menunaikan ibadah haji di Makkah, minta didoakan agar kalahiran cucunya dimudahkan oleh Alloh.

Saya, Bertanggung Jawab untuk Hidup Saya (manusia dan tanggung jawab)


Saya yang bertanggungjawab untuk hidup saya, kesuksesan saya bahkan kegagalan saya. Saya mau mengajak kepada rekan-rekan untuk mulai bertangggungjawab atas hidup anda. Karena dengan bertanggungjawab atas hidup anda masing2, kesuksesan sudah pasti bisa ditangan. Tinggal anda melihat peluang dan mengambil peluang itu untuk menjadikan sebagai sebuah bisnis atau hidup anda.
Kemaren saya melihat satu film di youtube.com yang dibuat oleh Bradley Sugar, founder ActionCoach. Dia membuat komunitas Young Entrepreuner Society dan diawal film dia mengatakan “dulu” untuk orang menjadi sukses harus berpendidikan tinggi dan bekerja yang akhir2nya berujung dengan stres yang berkepanjangan. Lalu masa sekarang, anak muda melihat dengan intuisi mereka dan mereka melakukannya. Bahkan ada yang saat umur 14 th sdh mendapat uang 1 juta dollar dan skrg sdh 30 an tahun.  owwww, melihat kehidupan dengan naik jet pribadi, rumah besar dan megah bahkan sampai ada yang punya pulau. Ini benar2 menggugah saya, kok bisa ya anak2 muda itu bisa  sukses seperti itu. Bahkan kemaren hari minggu saat saya berjalan2 dengan keluarga saya menginap dihotel aston, Bogor, saya sempat membaca koran tempo yang mengulas kisah anak muda yang masih dibawah 20 tahun dan mereka sudah punya bisnis atau toko kecil2an sambil sekolah atau kuliah. Bahkan mereka punya komunitas juga untuk itu. Wowwwww, saya salut. Berarti kita sebagai orang tua harus mulai memprogram pikiran ke anak kita dengan benar. Sehingga anak kita mempunyai mental sukses dari kecil. Dan saya lihat, mereka sudah mengambil prinsip “It’s my life dan saya bertanggungjawab untuk hidup saya”
Saat saya mengeluarkan slogan, “saya yang bertanggungjawab untuk sukses dan kegagalan saya” di FB ada orang yg mereply “hidup saya, bapak yang bertanggungjawab ya” wehh, ada orang yang belum apa-apa sudah tidak mau bertanggungjawab untuk hidupnya. Kualitas hidup kita tergantung dari kata2 dan tindak tanduk yang keluar. Itu pilihan anda, It’s My Life.
Sekarang, siapa yang yang mau bertanggungjawab untuk hidup anda sendiri? Ambil responsibility itu, jadilah yang terbaik. Bahkan saya masih merasa ada hal-hal yang harus diperbaiki lagi untuk mempercepat proses untuk menjadi yang terbaik dibidangnya.

Cita-citaku ingin menjadi Dokter (manusia dan pandangan hidup)



 Setiap manusia pasti mempunyai sudut pandangnya masing-masing, cita-cita masa depan juga bisa disebut sebagai sudut pandang hidup manusia. Cita-citaku ingin menjadi Dokter, karena dokter adalah seseorang yang mempunyai jasa menyembuhkan pasien atau seseorang yang sedang sakit. Dokter dapat menyembuhkan penyakit yang diderita pasien. Apabila aku besar nanti, aku akan menjadi dokter. Karena dokter adalah seseorang yang sangat berjasa. Aku ingin menjadi dokter karena dapat menyembuhkan pasien yang terkena penyakit. Dan di saat-saat ini aku akan belajar dengan sepandai-pandainya agar aku dapat meraih cita-citaku yang ingin menjadi dokter. Karena disaat kita kecil kita selalu dibahagiakan orang tua. Tapi saat kita akan menjadi orang yang sukses, kita harus membahagiakan orang tua
Disaat aku kecil,aku selalu disayangi orang tua, tapi saat kita sudah besar, kita harus menyayangi orang tua kita. Aku mempunyai cita-cita menjadi dokter karena saat aku kecil waktu itu aku sedang sakit dan aku dibawa ke dokter. Dan saat itu aku akan menjadi dokter karena waktu itu aku sedang melihat seseorang yang kesakitan, dan aku melihat seorang dokter yang berjuang untuk mengobati pasien itu.Betapa besar jasa seorang dokter ketika mengobati pasiennya. Dan aku akan belajar sepandai-pandainya agar aku dapat meraih cita-citaku menjadi dokter.
Dan dokter telah berjuang demi pasiennya yang sedang sakit. Jasa seorang dokter tak akan aku lupakan. Karena dokter membantu dan berkorban untuk membantu menyembuhkan penyakit seseorang yang sedang melawan kesakitan. Tak akan kulupakan jasa seorang dokter yang amat besar memperjuangkan nyawa seseorang. Jika kau sakit, kau membantu menyembuhkanku, jasa mu tak ternilai dengan uang. Aku akan mengingat jasa mu yang mulia, tak akan kulupakan jasamu yang sangat besar.
Jika tak ada kau, orang –orang akan kesulitan menghadapi penyakit yang dideritanya. Karena itu aku akan menjadi dokter supaya bisa membantu orang-orang yang kesakitan.

Adil dalam Memberikan Uang Saku (manusia dan keadilan)


Menjadi orangtua tentunya harus bersikap adil terhadap semua anaknya. Kasih sayang dan perhatian harus diberikan sama rata pada tiap-tiap anak. Akan tetapi Tidak semua yang dibagi sama rata dapat dikatakan adil.!

Bayangkan, jika Anda memiliki dua orang anak. Si sulung berumur 13 tahun dan baru masuk SMP. Adiknya lebih muda tujuh tahun darinya dan sedang menikmati masa-masanya di Sekolah Dasar (SD). Setiap akan bersekolah, Anda membekali masing-masing anak dengan uang saku.

Apa menurut Anda akan adil bagi si kakak untuk mendapatkan uang saku yang berjumlah sama persis dengan adiknya? Sebaliknya, apakah anak bungsu Anda benar membutuhkan sejumlah uang sebesar yang Anda berikan pada kakaknya? Ya, di sini Anda harus jeli dalam melihat kebutuhan anak.

Anak SMP tentu memiliki kebutuhan berbeda dan lebih banyak dibandingkan anak yang masih menempuh pendidikan di SD. Si kakak harus pergi ke sekolah sendirian dengan menaiki kendaraan umum. Perhitungkan berapa kali ia harus menumpang kendaraan umum yang berbeda untuk sampai ke sekolah dan kembali lagi ke rumah. Jangan lupa memberikan uang untuknya makan saat makan siang. Berikan sedikit lebih banyak untuknya membeli cemilan-cemilan, agar tidak kelaparan. Semuanya membutuhkan biaya Rp 20-30 ribu per hari, misal.

Jumlah tersebut tentu tidak dibutuhkan oleh anak bungsu Anda. Biaya transportasi tidak perlu Anda berikan, karena ia diantar dan dijemput oleh supir. Selama di sekolah, ia pun mendapatkan makan siang gratis bersama seluruh siswa di sekolah setiap hari. Meski demikian, Anda masih memasakkannya nasi yang dibawa oleh babysitter yang menemaninya selama bersekolah. Nasi bekal makan siang ini hanya untuk mengantisipasi bila si kecil bosan dan tidak mau makan makanan yang disediakan sekolah.

Bisa jadi si bungsu tidak memerlukan uang saku saat bersekolah. Namun Anda tetap harus memberinya, untuk menghindari terjadinya iri hati pada si kecil. Hanya saja jumlahnya akan jauh berbeda dengan yang didapatkan kakaknya. Bila si kakak memperoleh Rp. 25 ribu, maka adiknya hanya perlu diberikan Rp. 5 ribu untuk biaya makanan kecil. Tidak perlu membekali si bungsu dengan uang yang terlalu banyak. Toh, jajan sembarangan dan terlalu banyak tidak baik untuk kesehatan tubuhnya, bukan?

Adil dalam memberikan uang saku pada tiap-tiap anak berarti menyerahkan sejumlah uang sesuai dengan kebutuhan anak. Tidak berlebihan dan tidak kurang. Pas.

Senin, 26 Maret 2012

indahnya berbagi di ramadhanku (manusia dan keindahan)


Inilah sekelumit kisah indah ramadhanku, berbagi sesama manusia tanpa mengenal status sosial yang disandangnya. Karena dimata Allah semua umat adalah sama yg membedakan hanyalah amal ibadahnya masing masing.
Seperti tahun tahun sebelumnya setiap Ramadhan tiba kemacetan parah selalu mewarnai lalulintas ibukota Jakarta, dari yang biasanya pulang agak larut menjadi on time. Tujuannya hanya satu ingin berbagi kebahagiaan bersama keluarga dengan berbuka puasa bersama yang hanya bisa dilakukan dibulan Ramadhan.
Iri rasanya hati ini untuk bisa ikut merasakan kebersamaan tersebut dan ini adalah pilihan yang tidak bisa dihindari, mengingat kondisi dan lokasi tempat mengais rezeki berada diluar ibukota dan baru tiba di rumah selepas azan isya berkumandang.
Bagi pengguna jasa angkutan umum seperti bus dan kereta api pada umumnya sudah mempersiapkan minuman dalam kemasan praktis untuk berbuka dan bagi para wanita yang bekerja kantoran biasanya selalu mempersiapkan teh manis hangat dalam tempat minum sebagai bekal untuk berbuka. Dan untuk ta!jil lain lagi ceritanya, beberapa penganan kecil dari pedagang asongan seperti lontong dan gorengan atau yang ingin hygines roti yang dibungkus plastik seperti Sari Roti (bukan menyindir M. Nazaruddin) selalu menjadi pilihan para penumpang untuk mengganjal perut sampai di rumah.
Sore itu shuttle bus yang saya naiki berhenti di halte bis Pasar Baru tepatnya didepan kantor pos besar. “masih setengah jam lagi menuju azan magrib” hati kecil ini berkata. Kulihat beberapa angkot berwarna telor asin sudah menunggu penumpang, setelah tengok kiri kanan untuk menyebrang jalan, bergabunglah dengan penumpang lainnya di dalam angkot tersebut. Tak berapa lama kemudian meluncurlah angkot yang kunaiki menuju arah terminal Senen untuk selanjutnya berganti dengan angkot jurusan lainnya menuju ke rumah
Satu persatu penumpang turun dari angkot yang ku naiki dan tinggallah saya sendiri yang kebetulan duduk samping pak supir untuk melanjutkan perjalanan, tak berapa lama kemudian terdengarlah suara azan magrib berkumandang, yang berasal dari masjid yang dilewati oleh angkot yang saya tumpangi.
Alhamdulilah.. saat saat seperti inilah yang selalu dirindukan oleh umat islam untuk membatalkan puasa. Belumlah usai azan magrib berkumandang tiba tiba sang supir angkot menepikan kendaraannya di salah satu warung pinggir jalan dan berkatalah ia. “Bu sudah buka, barangkali ibu mau beli minuman untuk buka dipersilakan.”
Ya Allah….ya Rabbi, ternyata Engkau masih memelihara satu dari sekian supir angkot untuk peduli terhadap penumpang walaupun selama ini aku selalu menggerutu jika menaiki angkot yang dikemudikan oleh supir dari tanah batak (maaf ya jika ada yang tersinggung) yang terkenal ugal ugalan, ternyata dihati pak supir ini masih terselip sebuah kebaikan. ” Terimakasih pak jawabku” sembari menawarkan ta’jil yang saya bawa.
Langit Jakarta sudah berubah menjadi jingga dan akhirnya menjadi gelap, perjalanan pulangku masih berlanjut, tapi saya merasa bersyukur dengan segala rezeki dari Nya dapat merasakan pengalaman yang tidak akan pernah terulang kembali karena sekarang kantorku sudah lebih dekat dengan rumah sehingga sebelum azan magrib sudah sampai dan tentu saja akan ada cerita menarik lainnya di bulan Ramadhan ini. (Kita tunggu saja ya..heheheh..).
Semoga para kompasioner lainnya juga mendapatkan pengalaman berharga selama bulan Ramadhan.

duka derita tragedi pesawat sukhoi superjet 100 (manusia dan penderitaan)

Ketika salah satu keluarga tertidur lelap , coba kamu pandangi ia dalam2 dan bayangkan bila matanya takkan terbuka untuk selamanya, pastilah kamu akan meneteskan air mata,”
Takdir adalah ketentuan suatu peristiwa yang terjadi di alam raya ini yang meliputi semua sisi kejadiannya, baik itu mengenai kadar atau ukurannya, tempat, maupun waktunya. Dengan demikian segala sesuatu yang terjadi di alam raya ini ada takdirnya, termasuk manusia.
Tak dapat kita pungkiri bahwa manusia itu hidup didunia ini tidak dapat kita prediksikan, umur tidak bisa menjamin kematian. Manusia bisa meninggal dunia sekarang, besok, lusa, minggu depan, bulan depan, ataupun bisa jadi tahun depan (hanya allah yang tahu), Allah SWT yang mengatur kehidupan manusia.
Duka derita yang menyelimuti tragedi pesawat Sukhoi Superjet 100 dengan nomor penerbangan RA36801 pada hari rabu, tanggal 9 mei 2012, telah membuat masyarakat di indonesia dan rusia turut berduka cita sebesar-besarnya, setelah dikabarkan pesawat sukhoi tersebut putus kontak dengan pihak bandara halim perdana kusuma. Ternyata pesawat sukhoi mengalami kecelakaan yaitu menabrak tebing gunung salak yang berada di bogor.



Setelah mendengar berita pesawat sukhoi menabrak tebing gunung salak keluarga korbanpun merasakan duka derita kesedihan, menangis histeris, dan bahkan ada yang jatuh pingsan.


Cinta Kepada Mamah dan Papah (manusia dan cinta kasih)


Mamah dan Papah merupakan orang terpenting dalam kehidupan saya.Dengan izin Allah'lah, saya telah lahir ke dunia ini melalui perantaraan mamah dan papah saya.Islam meletakkan kedudukan yang tinggi ke atas mamah papah dan memerintahkan anak supaya menghormati, menyayangi, dan berbakti kepada mereka.
Firman Allah SWT dalam surah An - Nisa' ayat 36 yang bermaksud: "Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukannya dengan sesuatupun.Dan berbuat baiklah kepada ibu bapa..."
Banyak lagi ayat - ayat dalam Al - Quran yang mewajibkan saya sebagai anak untuk taat dan mengasihi mamah dan papah saya. Disamping itu Justru, terdapat beberapa cara yang boleh menunjukkan kasih sayang saya kepada mamah dan papah saya. yaitu:
a) Mendoakan keselamatan, kesejahteraan dan keampunan untuk mereka
b) Memberitahu mereka rasa kasih, hormat dan terhutang budi saya terhadap pengorbanan
mereka
c) Mencium tangan mereka setiap kali hendak keluar rumah
d) Beri hadiah kepada mereka